Ayah-Anak Spesialis Pembobol Kantor Pemerintahan

Ayah-Anak Spesialis Pembobol Kantor Pemerintahan

62
0
GELAR PERKARA. Pelaku spesialis pembobol kantor pemerintahan di Kabupaten Karawang saat digiring menuju penjara, kemarin (25/4). ARIE FIRMANSYAH / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

KARAWANG – Aksi kawanan spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) di kantor pemerintahan yang dilakukan ayah dan anak, akhirnya berakhir. Itu terjadi setelah keduanya tertangkap Satreskrim Polres Karawang saat membobol kantor Korwilcam Bidang Pendidikan, Kecamatan Pangkalan.

Kedua spesialis pembobol kantor pemerintahan tersebut adalah UA (55), warga Kampung Kramat, Kelurahan/Kecamatan  Kramatjati, Jakarta Timur dan YK alias DD (29) warga Kampung Cisaat, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Sementara satu anggota komplotan lainnya H, masih dalam pengejaran petugas.

Wakapoles Karawang, Kompol Ryky Widya Muharam menuturkan, komplotan tersebut ditangkap saat akan menjual hasil curian dengan membobol kantor Kowircam Pendidikan Pangkalan, Selasa malam (17/4).

Dari kantor tersebut mereka mengambil satu unit pesawat televisi merk Sharp Aquos 32 inchi, dua unit monitor komputer merk LG dan Acer, dua unit printer merk Epson, satu infokus Benq, san satu pasang speaker aktif merk FGX Ready.

“Barang-barang tersebut sudah dimasukan ke dalam mobil pinjaman Toyota Rush B 1847 FFN warna hitam,” ungkapnya kepada Karawang Bekasi Ekspres saat ekspos di Makopolres Karawang, kemarin (25/4).

Lanjut Ryky, komplotan itu masuk ke dalam sasaran dengan cara mencongkel jendela kantor. Setelah jendela terbuka, tersangka UA dan H masuk ke dalam kantor dan menggaaak barang-barang berharga yang ada di dalamnya.

Setelah itu mereka menghubungi tersangka YK yang kemudian datang menjemput menggunakan mobil pinjaman Toyota Rush. Barang-barang hasil curian langsung di masukan ke dalam mobil.

Namun, sebelum komplotan tersebut berhasil kabur, petugas yang sudah mengintai aksi mereka langsung datang menyergap. Tanpa ada perlawanan berarti YK dan UA bisa dibekuk, sedangkan H mampu meloloskan diri di kegelapan malam.

“Para tersangka berikut barang bukti dibawa ke Makopolres. Mereka kami jerat Pasal 363 KUHPidana ayat 1, 4, dan 5 tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Ancaman hukumannya penjara paling lama 7 tahun,” pungkasnya. (rie)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY