Dialog Buntu, TNI AU Kosogkan Lahan

Dialog Buntu, TNI AU Kosogkan Lahan

188
0
BERBAGI

PURWAKARTA – Akhirnya dengan terpaksa pihak TNI Angkatan Udara Lanud Suryadarma Kalijati Subang mengosongkan lahan yang sejak tahun 1977 ditempati warga Purnawirawan TNI AU berlokasi di Kp Krajan RT 06/03, Desa Cikopo Kecamatan Bungursari, dan meratakan 8 unit rumah yang dibangun warga.

Dialog terakhir yang dilakukan pihak perwakilan warga Edwin Mulyanto dan Tegar dengan pihak TNI AU yang pimpin Ketua Tim Aset TNI AU Kolonel Budhi Arifa Chaniago di aula Desa Cikopo Kecamatan Bungursari yang disaksikan Muspika Bungursari tidak juga menemui titik temu.

Pihak perwakilan warga tetap dengan pendirianya, bahwa langkah pengosongan dianggap tidak sesuai ketentuan dan dianggap melanggar hukum. Keduanya berharap pengosongan tidak dilakukan sebelum mediasi dengan pihak kuasa hukum yang ditunjuk pihak warga dilakukan.

Tidak ditemukanya titik temu mediasi antara kedua belah pihak akhirnya memaksa pihak TNI AU Lanud Suryadarma untuk mengambil tindakan pengosongan paksa. Dengan pengawalan ketat pelaksanaan pengosongan lahan dilakukan. Tidak ada perlawanan berarti dari warga anak cucu Purnawirawan TNI AU yang menempati lahan tersebut.

Kolonel Budhi Arifa Chaniago Ketua Tim Lanud Suryadarma, Kalijati – Subang kepada awak media mengatakan, batas waktu yang sudah diberikan kepada warga dirasa sudah cukup lama, bahkan pihaknya juga memberikan pintu kebaikan dengan menawarkan kerjasama kepada warga.

Menurut Budhi, TNI AU selain menyediakan tempat sementara bagi warga berupa rumah susun, juga membantu dengan menyiapkan mobilisasi bagi warga yang akan mengangkut perlengkapan rumah tangga termasuk dua warakawuri yang menempati lahan tersebut.

Sebenarnya kata Budhi, toleransi sudah banyak diberikan untuk warga yang menempati lahan milil TNI AU, akhir dari batas waktu yang diberikan semuanya sudah diinformasikan kepada warga. Dimana surat pemberitahuan agar warga segera mengkosongkan lahan melalui surat edaran pemberitahuan pada tanggal 23 April 2018 lalu, namun warga tetap bertahan.

Sehingga surat edaran kembali dilayangkan dengan batas waktu akhir pengkosongan sebelum tanggal 23 Maret 2018, karena lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk lokasi Heliped dan Droping Zone. Namun berulangkali warga tetap bertahan.

“Pengosongan lahan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk area Heliped dan Droping Zone,” katanya disela sela giat pengkosongan lahan, Senin (23/4/2018).

Ia juga jelaskan, bahwa bukti kepemilikan TNI AU Lanud Suryadarma atas lahan tersebut diperkuat dengan bukti hak melalui Sertifikat Hal Pakai yang diterbitkan oleh BPN Purwakarta, bernomor 113 Tahun 1981.( ctr).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY