UNBK Gaduh Lantaran Server Ngadat

UNBK Gaduh Lantaran Server Ngadat

59
0
BERBAGI

Kemendikbud Minta Maaf

PURWAKARTA – Penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kabupaten Purwakarta diwarnai server ngadat. Akibatnya ribuan peserta UNBK tingkat SMP terpaksa harus menunggu selama 45 menit pada  hari pertama UNBK.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 177 pelajar SMP Negari 7 Purwakarta tidak bisa tepat waktu mengerjakan dan mengisi soal Bahasa Indonesia dihari pertama UNBK.

“Keterlambatan ini lantaran tak ada koneksitas ke server. Sehingga pelaksanaan menjadi molor waktunya,” jelas Kepala SMP Negeri 7 Purwakarta, Dedeh Maemunah, kemarin (23/4)

Dedeh bersyukur keterlambatan tak berlangsung lama, setelah menunggu 45 menit, akhirnya koneksitas terhubung dan siswa langsung mengerjakan ujian. “Kita juga berkomunikasi dengan Provinsi, meminta arahan apakah pelaksanaan sudah bisa dimulai. Setelah ok, kita langsung memulai,” ujarnya.

Andri Nugraha, teknisi SMPN 7 menjelaskan, gangguan ini dialami secara nasional. Andri yang turun langsung mengecek sistem jaringan disekolahnya  semula mengira ada error dijaringan sekolahnya.

“Setelah dicek ternyata no signal yang terkoneksi langsung ke server Kemendikbud. Kita tak bisa berbuat apa apa selain menunggu server Kemendikbud pulih dan alhamdulillah nyambung lagi,” urai Andri.

Lebih lanjut Dedeh mengutarakan bahwa sekolahnya belum menyelenggarakan langsung UNBK karena ketiadaan komputerism atau sejenis laptop. “Sementara kita menginduk ke SMAN 3 Purwakarta,” ungkap dia.

Dedeh berharap, pemerintah segera mengucurkan bantuan pengadaan komputerisasi agar tahun depan SMPN 7 bisa menyelenggarakan UNBK langsung.

“Tahun ini peserta UNBK SMPN 7 berjumlah 354 siswa. Kita menginduk ke SMAN 3 dengan ketersediaan komputer 177 unit dilima ruang ujian disediakan,” jelasnya.

Dari jumlah 172 SMP Negeri di Purwakarta, terdapat 48 SMPN melaksanakan UNBK 2018 dengan jumlah peserta 7732 siswa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyampaikan permintaan maaf adanya kendala “server” pada pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

“Kami menyampaikan permintaan maaf atas adanya gangguan server pada pelaksanaan UNBK hari ini yang mengakibatkan tertundanya pelaksanaan ujian beberapa menit,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemdikbud Ari Santoso di Jakarta, Senin.

Gangguan tersebut, kata Ari, terdapat di server pusat. Oleh karena itu, pihaknya memberikan solusi dengan beberapa pilihan, yaitu jadwal ujian dimundurkan, menambah sesi ujian, atau ikut serta dalam ujian susulan.

Ari menjelaskan kendala tersebut tidak berakibat fatal terhadap pelaksanaan ujian karena waktu pelaksanaan ujian dapat dimundurkan.

“Misalnya, gangguan terjadi sekitar 30 menit maka pelaksanaan ujian dapat dimundurkan 30 menit juga. Yang terpenting di sini adalah siswa tidak boleh dirugikan,” katanya.

Dengan adanya kendala pada pelaksanaan ujian hari pertama, Ari berharap para siswa peserta ujian tidak resah dan tetap konsentrasi.

“Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik dalam pelaksanaan ujian nasional,” katanya lagi.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia Heru Purnomo mengatakan bahwa pelaksanaan UN SMP hari pertama berlangsung gaduh karena kurang siapnya tim teknis UNBK Pusat.

“Seharusnya tidak ada perbaikan server pada saat berlangsungnya ujian. Ditambah lagi, kurangnya edukasi terhadap tim teknis sekolah dalam melakukan ‘troubleshooting’ pada aplikasi UNBK 2018,” jelas Heru.

Oleh karena itu, FSGI memberikan rekomendasi adanya informasi mengenai pedoman UNBK.

“Selama ini Kemdikbud hanya bertumpu pada kerja keras tim helpdesk UNBK yang jumlahnya masih sangat sedikit dan minim fasilitas,” kata Heru.

Kemdikbud, kata dia, perlu memperbanyak sarana komunikasi antara pusat dan sekolah. Jika ada informasi atau kendala, tidak hanya diberikan melalui situs UNBK yang tidak setiap saat dibuka, tetapi bisa melalui aplikasi lainnya. (bbs/taj)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY