KPU Temukan 3.469 Data Pemilih Ganda

KPU Temukan 3.469 Data Pemilih Ganda

94
0
Pencermatan: Ketua KPU Purwakarta, Ramlan Maulana menjelaskan jumlah DPT usai dilakukan pencermatan.
BERBAGI

PURWAKARTA – KPU Purwakarta menemukan sekitar 3.469 data pemilih ganda. Hal tersebur diketahui setelah menggelar menggelar rapat pleno sinkronisasi DPT pasca penetapan DPT pada Kamis (19/4).

Rapat pleno sinkronisasi dilakukan atas rekomendasi Panwaslu Purwakarta untuk melakukan pencermatan, rekap dan pleno ulang. Rekomendasi itu berdasarkan adannya temuan dugaan nama pemilih ganda di Sidalih pada penetapan DPT.

“Data yang ganda dihapus, salah satu. Saat pleno kemarin basisnya baru data rekap manual. Kalau sidalih, sudah pake aplikasi. Jadi yang ganda dapat diketahui,” kata Ketua Panwaslu Purwakarta, Oyang Este Binos saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (21/4).

Sementara itu Ketua KPU Purwakarta, Ramlan Maulana pun langsung menggelar rapat.  Pencermatan dilakukan, dan menghapus salah satu data yang dianggap ganda. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengakurasikan data pemilih.

“Sebelumnya dilakukan pencermatan melalui penyaringan by name by addres. Didapat sekitar 3.469 data ganda,” kata Ramlan di kantor KPU Purwakarta, Jalan Flamboyan, Nagri Kaler, Purwakarta.

Kini, usai rapat pleno sinkronisasi yang telah dilakukan, menurutnya DPT untuk Pilgub Jabar maupun Pilbup Purwakarta 2018 telah final. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disdukcapil.


Data ganda kemungkinan terjadi, karena adanya pemilih yang masih menggunakan KTP biasa (bukan KTP-el). Lalu, data pemilih di lembaga pemasyarkatan di Purwakarta juga ada kemungkinan terjadi data ganda dari daerah asal warga binaan tersebut.

“Kini DPT sebanyak 652.796, dari yang sebelum diperiksa dan dicermati kembali yaitu 656.265,” ucapnya menjelaskan.

Ramlan menyebutkan, data ganda di Purwakarta banyak terjadi di wilayah Kecamatan Purwakarta. Hal tersebut terjadi, karena banyak warga pindahan dari luar kecamatan maupun luar kota.Ditambah letak Lapas Purwakarta yang terletak di pusat kota.

Dirinya pun menjelaskan bahwa data ganda ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Purwakarta saja. Daerah lain pun bisa terjadi kesalahan maupun adanya data yang ganda. (*/taj)