PWI Jabar Tolak Rencana Dewan Pers Merubah HPN

PWI Jabar Tolak Rencana Dewan Pers Merubah HPN

BERSEMANGAT. Ketua PWI Provinsi Jawa Barat Mirza Zulhadi bersemangat menyampaikan orasinya.

72
0
BERBAGI

Desak PWI Pusat Keluarkan Mosi Tidak Percaya Kepemimpinan DP  Yoseph

BANDUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat menolak rencana Dewan Pers yang akan mengubah Hari Pers Nasional (HPN) dari tanggal 9 Februari menjadi 23 September. Pernyataan sikap resmi PWI Jawa Barat dituangkan dalam rapat pengurus pada Rabu kemarin (18/4) di Bandung

Ketua PWI Jabar Mirza Zulhadi, menyatakan 9 Februari adalah senagai hari bersejarah bagi insan pers nasional yang telah melekat sebagai Hari Pers Nasional berdasarkan Kepres Nomor 5 Tahun 1985 tanggal 23 Januari 1985. Kepres tersebut sudah ada jauh sebelum lahirnya Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kami menolak keras usulan perubahan Hari Pers Nasional. Sebab, tanggal 9 Februari itu merupakan hari perjuangan masyarakat pers untuk negeri ini sejak zaman kemerdekaan bahkan jauh sebelum itu telah ditunjukkan para pendahulu pers di Indonesia,” ujar Mirza, usai memimpin langsung rapat pengurus harian di Hotel Homann Bandung.

Pernyataan sikap PWI Jabar ini lahir menyusul adanya rencana Dewan Pers yang akan merubah tanggal peringatan HPN pada rapat Dewan Pers hari Rabu ini (18/4) di Jakarta bersama berbagai elemem pers yg di undangnya.

Mirza Zulhadi mengatakan,  PWI Jabar juga berharap, ada dari PWI Pusat yang menghadiri undangan Dewan Pers untuk tetap konsisten menunjukkan argumentasi kematangan berorganisasi layaknya sebagai organisasi yang matang dalam pengalaman dan mengukir sejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Selain itu, dalam poin ke-4 pernyataan sikap PWI Jabar itu, menyebutkan, pihaknya mendesak PWI Pusat agar segera mengajukan “Mosi Tidak Percaya” atas kepimpinan Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo. Karena Yosep dianggap turut memfasilitasi bergulirnya wacana perubahan HPN yg selama ini sudah diperingati berpuluh puluh tahun.

Di tempat terpisah, pengurus PWI jabar lainnya, Makali Kumar ikut geram dengan adanya sikap dewan pers yang sudah membuka diskusi untuk merubah HPN.

“Apapun alasannya Dewan Pers dibawah kepimpinan Yosep ini sudah melukai hati insan pers di Indonesia yang selama ini sudah berpuluh puluh tahun memperingati HPN pada tanggal 9 Februari. Jangan karena ada usulan segelintir organisasi pers yang baru, HPN mau dirubah. Kami menolak keras, dan siap buat jempol darah untuk mempertahankannya. Ketua dewan pers Yosep harus segera mundur atau kita bersama-sama duduki dewan pers” tegas Makali bersemangat.

Seperti diketahui AJI dan IJTI mengusulkan krpada Dewan Pers, agar mengubah HPN tersebut menjadi tanggal 23 September. (mak/nrj)