Skandal Kambud Diekspos Kejagung

Skandal Kambud Diekspos Kejagung

186
0
PENANGANAN MANDEK : Ketua Umum LSM Kompak Ahmad Mukron  (kanan) didampingi dosen hukum UBP, Garry Gagagrin (kiri) adukan dugaan adanya ketidakberesan penangan hukum dusaan korupsi Kampung Budaya.
BERBAGI

LSM Kompak Adukan ke Komisi Omdusman

KARAWANG  – Tarik-ulur penangan skandal megakorupsi Kampung Budaya semakin menarik. Setelah pekan lalu dikespos di Kejati Jawa Barat, tak lama Kejaksaan Agung langsung meminta Kejaksaan Negeri Karawang melakukan ekspos di Kejakasaan Agung. Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Barat Raymon Ali melalui staffnya.

“Beberapa waktu lalu ekspos di sini (Kejati, red) tak lama Kejagung mengirim surat panggila ekspos kepada Kejari Karawang yang datang Kasie Pidsusnya,” ujarnya, Selasa (17/4).

Hal ini menegaskan jika penangan skandal Kampung Buday sudah disorat hingga Kejaksaan Agung. Mengenai penangan kasus, ia menyampaikan hingga saat ini kemungkinan akan tetap dilakukan oleh Kejari Karawang, namun jika ada pwerintah dari Kejagung bisa diambilalih oleh Kejati Jawa Barat.

“Kejagung dipastikan akan melakukan sipervisi. Silahkan temui Kasie Pidsus Kejari. Dia yang tahu hasil ekspos di Kejaksaan Agung,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum LSM Kompak Ahmad Mukron didampingi dosen humum Universitas Buana Perjuangan (UBP) mengetahui hal ini merasa adanya kesengajaan tarik-ulur penanganan dugaan korupsi yang telah merugikan keuangan negara sebanyak Rp 6 M ini.

“Kami sudah langusng lapor ke Komisi Ombusman RI, karena kami nilai inia da yang tidak beres. Dugaan korupsi ini bukan nominal yang kecil, teralu konyol kalau ditarik-ulur dkama-kama. Publik menanti penagak hukum mengungkapnya,” ujar Mukron.

Dikatakannya, jika sudah ada ekspos di Kejaksaan Agung, pihaknya dalam waktu dekat juga akan menyambangi Kejaksaan Agung untuk meminta penjelasan agar skandal ini segera menemui titik terang dan dapat menyeret aktot Kambud ke penjara.

“Kami ini sedari awal mengawal kasus ini. Jika perlu kami kawal hingga Kejagung akan kami lakukan. Lalu khusnya Kejari Karawang jangan hanya bisa melepar bola panas. Jika secara materil sudah dapoat ditingkatkan ke penyidikan segera lakukan dan tetapkan tersangka. Biar pengadilan yang kemudian membuktikan,” katanya.

Sementara itu beberapa waktu lalu Kasie Inte Kejari Karawang Faisal B Makki mengatakan, dalam sekspos beberapa waktu lalu di Kejati Jawa Barat, Kejari Karawang  juga diminta untuk meminta keterangan lanjutan dari sejumlah pihak yang terkait dengan kasus yang terus dipelototi oleh seluruh elemen masyarakat di Karawang ini.

“Kita sudah melakukan ekspose dalam kasus pengadaan lahan kampung budaya yang dihadiri langsung oleh pak Kajati dan Asintel Kejati, kordinator, seluruh kasi dan tim dari Kejari Karawang. Kesimpulan dari hasil ekspose tersebut kita diminta untuk melakukan pendalaman baik data ataupun keterangan dari berbagai pihak. Kasus ini berlanjut tapi butuh pendalaman lagi untuk memenuhi unsur untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya,” kata Kepala Seksi Bidang Inteljen Kejari Karawang, Faisal.B. Maki, Senin (9/4).

Menurut Faisal, ekspose kasus pengadaan lahan kampung budaya ini berlangsung sekitar 1 jam 30 menit di kantor Kejati Jabar di Bandung. dari hasil pemaparan yang disampaikan penyidik Kejari Karawang disimpulkan penyidik masih membutuhkan data dan sejumlah keterangan untuk memperkuat hasil pemeriksaan yang dilakukan selama ini. Menindaklanjuti hal tersebut tim penyidik dari Kejari Karawang akan mulai bergerak mulai Selasa (10/4) ini.

“Tim akan bergerak untuk memulai pendalaman dan langkah yang akan kita lakukan seperti apa akan kita bahas meudian,” katanya. (kbe)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY