Siswa DTA Tak Nyaman Ujian

Siswa DTA Tak Nyaman Ujian

22
0
BERBAGI

Kekurangan Kelas, yang Sudah Ada Rusak

BANYUSARI – Perhatian pemerintah terhadap keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah Akmaliyah (DTA) dinilai masih rendah. Hal tersebut nampak jelas dari aktivitas siswa DTA di Kecamatan Banyusari yang kebanyakan masih belajar di ruangan yang tidak layak.

Sebanyak 187 siswa dari berbagai DTA di Kecamatan Banyusari yang melaksanakan Ujian Akhir Diniyah 2018 di DTA Miftahul Huda Al-Gozali nampak tidak nyaman saat mengerjakan soal ujian, lantaran ruangan yang sempit dan terkesan dipadatkan.

Keluhan disampaikan Kepala DTA Miftahul Huda Al-Ghozali, Agus Hamdani. Ia meminta Bupati Karawang Cellica Nuracahdiana dan Kepala Kemenag Karawang Sopian bisa menambah ruang kelas baru di DTA Miftahul Huda Al-Gozali.

“Meskipun kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB) DTA Miftahul Huda Al-Gozali tetap menampung para siswa dan siswi dari DTA lain untuk mengikuti ujian Akhir Diniyah setiap tahunnya,” ungkapnya, Senin (16/4).

Menurut Agus, pendidikan dasar keagamaan itu sangat penting. Karena dengan pendidikan agama yang kuat siswa akan memiliki pondsi yang kuat untuk bisa mengimbangi perkembangan zaman.

“Kita berkewajiban memajukan pendidikan dasar berbasis keagamaan supaya anak-anak mengenal dan memahami tentang ajaran islam,” tambahnya.

Di DTA, sambung Agus, anak-anak diajarkan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), hadits, membaca alquran, aqidah dan akhlak, fiqih serta memahami praktik tata cara ibadah dan mampu menguasai bahasa Arab.

“Ada 20 sekolah DTA di Kecamatan Banyusari. Kemudian yang ikut Ujian Akhir Diniyah di DTA Miftahul Huda Al-Gozali hanya 10 DTA sisanya dilakukan di sekolah lain. Sebab kalau dipusatkan di sini tempatnya tidak memadai,” jelasnya.

Agus yang juga Ketua Kelompok Kerja Diniyah Takmilyah (KKDT) Kecamatan Banyusari berharap, Pemerintah Kabupaten Karawang dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang lebih peduli terhadap sarana pendidikan berbasis keagamaan.

Dikatakannya, sejak berdiri tahun 2004 DTA Miftahul Huda Al-Gozali baru mempunyai 4  Ruang Kelas Belajar dengan jumlah staf pengajar 8 guru.

“Mohon kepada Bupati Karawang dan Kepala Kemenag untuk menambah fasilitas sarana pendidikan di sini,” harapnya.

Tokoh masyarakat Kecamatan Banyusari, Uwang Sanusi menambahkan, Pemkab Karawang bersama dengan Kemenag memberikan perhatian kepada perkembangan pendidikan keagamaan. Ke depannya perlu dibangun Madrasah Tsanawiyah agar lulusan DTA dapat melanjutkan pendidikannya di MTs.

“Kita akan dukung terus perkembangan berbasis keagamaan di Kecamatan Banyusari. Insya Allah kedepannya harus berdiri sekolah MTs disini,” ucapnya. (wyd) 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY