Sikap Pejabat Publik Harus Dijaga

Sikap Pejabat Publik Harus Dijaga

132
0
Asep Agustian, Praktisi Hukum
BERBAGI

KARAWANG – Peristiwa saling lapor antar Wakil Bupati (Wabup) Karawang, Ahmad Zamakshyari “Jimmy” dengan Kader PDI Perjuangan asal Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Guntur, mendapat sorotan dari Praktisi Hukum, Asep Agustian.

Menurut pria yang biasa akrab disapa Askun itu, masalah dugaan tindakan tidak menyenangkan dan dugaan perampasan handphone serta Kartu Tanda Penduduk (KTP), sangat disayangkan bisa terjadi.

“Terlepas benar atau tidaknya, karena memang tidak sepantasnya hal demikian terjadi,” ujar Askun kepada Karawang Bekasi Ekspres, kemarin(11/4).

“Jangankan sampai melakukan hal seperti yang dituduhkan Guntur. Sikap yang namanya seorang pejabat publik yang notabene dipilih oleh rakyat, harus benar-benar dijaga,” sambungnya.

Meski begitu, Askun yakin apa yang diungkapkan Guntur beberapa waktu lalu di media adalah benar adanya. “Karena logikanya, tidak mungkin, seorang masyarkat biasa berani berbohong di ruang publik, apa lagi sampai berani membuat Laporan Polisi (LP),” terangnya.

Sekarang, tegas Askun, tinggal pembuktiannya saja. “Toh kabarnya kedua belah pihak sudah sama-sama mengambil langkah hukum? Jadi, sudah tidak perlu melakukan pembenaran. Yang harus digali itu adalah kebenarannya,” tegasnya.

Walaupun pihak Jimmy telah membantah melakukan perampasan itu dengan yang dilakukannya hanya meminta Guntur untuk memperlihatkan KTP-nya saja. Kang Askun malah berharap kedua belah pihak bisa menuntaskan masalah ini melalui jalur hukum. “Biarkan keputusan pengadilan yang membuktikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, merasa difitnah merampas HP milik Guntur kader PDIP asal desa Cengkong, kecamatan Purwasari, Wakil Bupati (Wabup) Karawang, Ahmad Zamakshyari akan polisikan pihak yang memfitnah dirinya.

“Ini adalah fitnah, saya akan laporkan pada yang berwajib orang yang menuduh saya melakukan hal sekejam itu,” ujarnya kepada Karawang Bekasi Ekspres, Selasa (10/4).

Menurut pengakuan pria yang kerap disapa kang Jimmy, dirinya saat itu hanya melakukan teguran kepada Guntur. Karena Ia melihat Guntur bersikap kurang sopan di muka umum.

“Saya melihat Guntur memakai kacamata hitam, mengangkat telepon berbicara dengan cara teriak-teriak. Kemudian saya menegurnya,” terangnya.

Beber Jimmy, dirinya sudah mengetahui bahwa Guntur adalah kader PDIP Cengkong, dan Ia menuturkan kepada Guntur meminta maaf jika tegurannya itu menyinggung dirinya. “Saya minta maaf jika merasa tersinggung,” bebernya.

Jimmy menambahkan, ia tidak merasa merampas KTP dan hapenya Guntur. Namun hanya minta diperlihatkan saja. Adanya rumor Jimmy akan memberikan uang damai sebesar Rp50 juta, itupun tidak dibenarkan olehnya. “Saya hanya meminta Guntur memperlihatkan KTP, tidak merampasnya, apalagi merampas hapenya,” tambahnya.

Jelas Jimmy, ia mengajy miris jika pihak Guntur berbicara di luar fakta yang terjadi. Artinya itu adalah suatu kebohongan, dan hanya ingin menjelek-jelekan dirinya. Berkaitan dengan akan dilaporkannya dirinya pada pihak yang berwajib, Jimmy pun mempersilahkannya.

“Biarkanlah, kebenaran akan terlihat. Karena saya yakin dan pada waktu itu banyak orang yang menyaksikannya. Jika Guntur hendak melaporkan saya, saya pun akan melaporkannya ke Polisi dengan tuduhan sudah melakukan fitnah, dan menyebar kebohongan,” jelasnya. (gie/rez)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY