Polisi Ciduk Begal Sadis

Polisi Ciduk Begal Sadis

669
0
DITANGKAP: Pelaku penjambretan yang menewaskan seorang guru, RB (18), ditangkap Polres Karawang. ARIE FIRMANSYAH / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

KARAWANG – Setelah 15 hari buron, dua pelaku penjambretan yang menewaskan seorang guru SMPN II Bunggursari, Kabupaten Purwakarta, Enok Suhaeni (54), ditembak mati oleh Polres Karawang dan Polsek Cikampek, kemarin (11/4) pukul 05.00 WIB.

Pelaku, NR (19), dan DF (29) ditembak polisi karena melawan saat diminta menunjukan rekan pelaku di kawasan Cikampek. Pelaku tewas dalam perjalanan ke Puskesmas Cikampek setelah ditembak anggota Polsek Cikampek di daerah Kota Baru. Polisi sebelumnya lebih dahulu mengamankan seorang pelaku lainnya, RB (18), yang ditangkap di Kota Baru.

“Kami dari Polsek Cikampek terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak dua pelaku yaitu DF dan NR karena sudah membahayakan anggota,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, saat jumpa pers di kamar Jenazah RSUD Karawang kepada Karawang Bekasi Ekspres.

Pelaku saat itu diminta menunjukan rekannya di wilayah Cikampek, namun saat sampai di markas mereka pelaku memberikan perlawanan. “Anggota kami yang sejak awal sudah waspada dan mencium gelagat tidak baik, sehingga langsung menembak ketika pelaku mencoba untuk beraksi melawan petugas,” terangnya.

Lanjut Hendy, Polsek Cikampek melakukan perburuan terhadap pelaku jambret yang menewaskan Enok Suhaeni (54) seorang guru SMP II Cibungur Kabupaten Purwakarta. Enok tewas setelah jadi korban penjambretan di jalan Flyover Cikampek, saat akan pergi mengajar diantar oleh suaminya menggunakan sepeda motor, Senin (27/3) lalu.

Polisi yang memburu pelaku akhirnya berhasil membekuk R saat beroperasi bersama DF di jalan Flyover Cikampek, Selasa (10/4). “Kami hanya berhasil menangkap RB dan temannya D berhasil melarikan diri. Namun berdasarkan hasil pengembangan akhirnya kami berhasil menangkap D dan N, masih diwilayah Cikampek,” bebernya.

Menurut Hendy, setelah berhasil menangkap DF dan NF, Polisi kemudian melakukan pengembangan karena para pelaku ini memiliki jaringan yang berjumlah 4 orang. Dua orang pelaku ini diminta menunjukan temannya yang masih buron di sekitar wilayah Cikampek. Namun saat sudah dekat dengan markas mereka dua pelaku melakukan perlawanan sehingga Polisi menembak keduanya hingga tewas.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran agar tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas terukur dengan cara menembak kaki atau menembak mati pelaku yang membahayakan,” tegasnya.

Hendy menandaskan, kompolotan begal ini jaringan yang dikenal sadis karena selalu membuat korbannya terluka bahkan tewas. Modus operandi yang dilakukan yaitu pada pagi hari saat masyarakat sudah mulai melakukan aktifitas yang melewati jembatan flyover Cikampek. Pelaku selalu menyasar perempuan yang diboncengi motor sebagai korbannya.

“Mereka menjambret tas korbannya yang kebanyakan perempuan yang akan bekerja. Hasil pemeriksaan sementara kompolotan ini sudah beroperasi melakukan kejahatannya sebanyak 13 kali di wilayah Cikampek. Mereka banyak beroperasi diwilayah Cikampek dan sudah mengetahui persis aktifitas masyarakat Cikampek setiap pagi di sejumlah titik yang menjadi daerah operasinya. Kami masih mengejar pelaku lainnya bdrinisial JN,” pungkasnya. (rie/rez)