Ribuan Warga Subang Terjangkit HIV/AIDS

Ribuan Warga Subang Terjangkit HIV/AIDS

30
0
BERBAGI

Mayoritas  Menimpa Usia Produktif

SUBANG – Perkembangan kasus yang teridentifikasi virus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Subang hingga akhir Tahun 2017 lalu cukup memprihatinkan. Selain meningkat juga usia yang mengidap merupakan usia produktif.

Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Subang, H. Abdurrakhman dihadapan peserta rapat koordinasi KPA Subang, mengatakan jumlah yang ditemukan mencapai 1.643 kasus dan terbanyak masih usia produktif  20 – 29 tahun. Bahkan ada yang masih balita termasuk ibu hamil.

“Ini yang memprihatinkan kita padahal sudah memiliki Perda dan Perbup Penanggulangan HIV Aids. Untuk itulah diperlukan adanya dukungan penanggulangan baik melalui anggaran di masing2 dinas instansi lembaga sesuai tupoksinya masing masing,” pinta Abdurrakhman yang juga menjabat Sekda Subang.

Penanggulangan HIV AIDS ke depan pun akan semakin berat karena seiring dengan pertumbuhan industri, pelabuhan Patimban dan akses perekomian global. Hal ini akan muncul dampak negatifnya dan yang paling penting bagaimana agar muncul kesadaran masyarakat untuk tes HIV dan tidak ada stigma macam macam terhadap pengidap atau orang hidup dengan HIV AIDS.

Kepala Bidang P2PL Dinkes Subang, dr. Noni Indriati Oetama mengakui kalau diskriminasi masih ada, namun petugas kesehatan lapangan terus melakukan penjelasan. “Slogan sekarang saya berani, saya sehat hingga banyak yang memeriksakan diri. Termasuk kesadaran ODHA juga meningkat untuk berobat,” ungkapnya.

Bahkan akademisi dari Universitas Subang, Nuraida, mencatat kalau perkembangan penyakit itu setiap 5 tahun meningkat 32 Persen.

“Kalau koordinasinya seperti sekarang akan semakin mengerikan perkembangannya sepuluh tahun mendatang,” katanya.

Tetapi bila pembuat kebijakan berjalan seirama dan benar benar menjalankan aturan dari Mendagri, Kemenkes yang telah ditindak lanjuti dengan Perda dan Perbup.”Bila sebaliknya terbukti anggaran tidak jelas atau sedikit termasuk sumber daya manusianya, kasus terus meningkat,” katanya. (hrn/taj)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY