Di Balik Gelaran Sakura Matsuri 2018

Di Balik Gelaran Sakura Matsuri 2018

78
0
DIWAWANCARA: Duta Besar Jepang Bidang Pusat Informasi dan Kebudayaan, Roy Nakamura, diwawancara wartawan usai membuka Sakura Matsuri 2018. REZZA RIZALDI / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

Jadikan Cikarang Kampung Halaman Warga Jepang

Festival Sakura Matsuri kembali bergulir pada 7-8 April 2018 di City Walk, Lippo Cikarang. Even yang memasuki edisi ketujuh sejak tahun 2012 ini kian memperkuat hubungan Jepang-Indonesia. Satu di antaranya, pendirian sekolah Jepang di Cikarang pada tahun depan.

Laporan Hayatullah, CIKARANG

KEHADIRAN Duta Besar Jepang Bidang Pusat Informasi dan Kebudayaan, Roy Nakamura di Festival Budaya Sakura Matsuri 2018 memberi kesan tersendiri.

Maklum saja, Cikarang sebagai daerah kawasan Industri Asia Tenggara ini membuat ekspatriat Jepang terpikat untuk berinvestasi. Di mana, sudah ada 1.500 pengusaha di wilayah Kabupaten Bekasi ini.

Dalam open ceremony Sakura Masturi 2018, Roy secara lugas menegaskan bahwa keinginannya untuk membuka pusat pendidikan untuk warga Jepang maupun Kabupaten Bekasi.

“Selain bandara baru, tahun depan akan dibangun sekolah Jepang. Pastinya akan banyak warganya yang datang untuk berinvestasi di Cikarang,” katanya.

Pendirian sekolah tersebut bukan tanpa pertimbangan, menurut Roy, pusat pendidikan akan membangun budaya terpadu.

Peranan ini cukuplah penting yang di mana nantinya dapat melakukan sinergisitas dalam berbagai hal. Itu tentunya dengan upaya tersebut dapat memungkinkan pengenalan berbasia promosi wisata budaya.

“Seperti kegiatan Sakura Matsuri yang berupaya agar budaya Jepang dan Indonesia terpadu,” terangnya.

Roy menambahkan Sakura Matsuri telah berjalan sejak tahun 2012 atau tujuh tahun silam. Hal itu bagian langkah maju untuk bersama-sama melangkah dengan memadukan dua kebudayaan yang berbeda menjadikan satu.

“Kedepan Cikarang jadi kampung halaman warga Jepang,” tambahnya.

Sementara itu, Vice Chairman Of Cikarang Japan Club, Ushio Hiroshi mengatakan dalam kegiatan ini tentunya memiliki maksud maupun tujuan dimana dalam pertukaran kebudayaan terbilang penting dan sebagai ajang promosi.

Di mana banyak keunggulan dari kearifan budaya pada daerah setempat yang memiliki keunggulan berbeda-beda. Itu antaranya untuk seni tari terlihat kegemulaian penari dan untuk Japan lebih pada ketegasan maupun bijaksana.

Namun juga ada kebudayaan dari Kabupaten Bekasi yang lebih memiliki karakter yang sama tetapi berbeda gerakan dan tentunya masih banyak lagi.

Ia menambahkan dalam hal ini juga akan membangun pusat pendidikan yang dimana tidak hanya peruntukannya masyarakat berwarganegaraan Japan, tetapi juga warga lokal.

Dengan adanya hal tersebut tentunya dapat mempersatukan perbedaan yang nantinya menjadi kebersamaan.

Dan tentunya dalam pusat pendidikan tersebut akan lebih menyiapkan anak didik dalam menyikapi dunia kerja.

“Tapi tentunya berharap Kabupaten Bekasi juga dapat menjadi kampung halaman bagi warga Japan yang tinggal di daerah setempat,” tukas dia. (*/rez/bersambung)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY