Pergi ke Poli Kandungan (Obsgyn) tak Harus Ibu Hamil

Pergi ke Poli Kandungan (Obsgyn) tak Harus Ibu Hamil

36
0
RSIA Sentul Cikampek memiliki Poliklinik Kandungan Pagi yang buka pada Senin – Minggu (08.00-12.00) dan Poliklinik Kandungan Sore buka pada hari Senin – Sabtu (16.00-21.00).
BERBAGI

RS IBU DAN ANAK SENTUL CIKAMPEK

DOKTER Kandungan atau SpOG (Spesialis Obstetri dan Ginekologi)atau Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan merupakan salah satu poliklinik yang dimilikioleh RSIA Sentul CIkampek dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan paripurna bagi seorang wanita berkaitan dengan kesehatan reproduksinya saat tidak hamil ataupun dimasa hamil, bersalin atau nifas. Baik yang bersifat preventif (pencegahan terhadap penyakit), kuratif (penyembuhan penyakit) dan rehabilitatif (perbaikan kelainan yang timbul) pada alat reproduksinya. Jadi dokter kandungan atau SpOG tidak hanya menangani pasien hamil saja, melainkan juga pasien tidak hamil.

Para ahli menyarankan perempuan yang aktif secara seksual atau yang berusia lebih dari 21 tahun, harus pergi ke dokter kandungan secara rutin. Paling tidak, setahun sekali untuk melakukan checkup rutin menjaga kesehatan rahim dan vagina. Karena, jika ada keluhan atau gejala tertentu, semakin cepat dideteksi, semakin baik dan langsung bisa di tagani. Kondisi yang mengharuskan seorang wanita pergi ke poli kandungan yaitu:

  1. Nyeri pada bagian panggul dan perut

Sangat dianjurkan bagi anda yang mengalami nyeri pada bagian pinggul dan perut bawah untuk pergi ke dokter kandungan. Dokter kandungan akan mendiagnosis masalah pada bagian sekitar area kelamin dan rahim untuk mengetahui penyebab dan dampak yang akan timbul. Masalahnya, nyeri pada bagian panggul dan perut merupakan sebuah tanda adanya infeksi pada area tersebut. Contoh penyakit yang timbul biasanya adalah kista ovarium atau endometriosis

  1. Perdarahan diluar menstruasi, atau setelah menopause

Bercak darah dari vagina belum tentu seorang wanita sedang mengalami menstruasi. Perdarahan abnormal bisa saja terjadi, dan gejalanya mirip seperti menstruasi. Bedanya perdarahan ini disertai rasa sakit dan beberapa gejala kondisi tubuh yang tidak sehat seperti: mual, nyeri hebat dan wajah pucat pasi. National InstitutesofHealth menyatakan, jika terdapat gejala tersebut menunjukan sesuatu yang bermasalah pada vagina seperti cedera vagina, keguguran dan bahkan kanker serviks. Begitupun dengan wanita yang mengalami perdarahan setelah menopause kemungkinan tanda adanya kanker pada rahim.

  1. Masalah Saat menstruasi

Penting bagi para wanita untuk mengetahui ciri – ciri menstruasi yang normal dan tidak normal. Kadang, beberapa keluhan muncul akibat menstruasi yang terjadi lebih dari satu kali dalam sebulan, atau menstruasi yang tidak teratur. Ini menandakan adanya masalah pada bagian rahim dan kelamin. Apalagi jika masalah menstruasi ini disetrai dengan tubuh yang merasa lemah atau pusing selama menstruasi berlangsung. Menstruasi yang jarang atau tidak teratur bisa menjadi sebuah gejala dari kondisi kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS)

  1. Keputihan berwarna dan berbau, atau nyeri di bagian kelamin

Pada dasarnya keputihan adalah cara dari vagina membersihkan dirinya sendiri. Jumlah dan warna cairan vagina ini menentukan apakah keputihan tersebut normal atau tidak. Jika seorang wanita mengalami keputihan dalam jangka waktu yang lama dan warnanya tidak putih, apalagi jika berbau menyengat sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Jika gejala keputihannya disertai gatal – gatal dan sakit di bagian kelamin, hal itu merupakan tanda – tanda vaginitis. Ada dua penyebab utamanya yaitu: pertama infeksi dan bakteri dan yang kedua adalah herpes yang menyebabkan luka pada bagian dalam kelamin.

  1. Nyeri saat berhubungan seksual

Nyeri saat berhubungan seks dapat dikatakan sebagai nyeri panggul dalam atau nyeri di daerah kelamin. Penyebab umumnya adalah vagina yang kering (tidak terangsang dengan baik), infeksi pada vagina atau fibroid rahim vagina.

Para ahli menyarankan, wanita yang aktif secara seksual atau yang berusia lebih dari 21 tahun ke atas, harus pergi ke dokter kandungan secara rutin. Paling tidak, setahun sekali melakukan checkup rutin untuk menjaga kesehatan rahim dan vagina. Agar dapat dideteksi secepat mungkin bila ada gejala –gejala yang membahayakan.

Selain kondisi di atas ada juga alasan lain yang mengharuskan wanita pergi ke dokter kandungan yaitu: Pasangan suami istri yang belum di karunia anak salah satunya, permasalahan ini dapat dikonsultasikan ke poliklinik kandungan RSIA Sentul Cikampek yang telah memiliki program hamil dan berhasil bagi banyak pasangan di wilayah Karawang. Atau permasalahan lain seperti merencanakan KB (Keluarga Berencana) dan ketika seorang anak perempuan seharusnya sudah haid tetapi belum juga mendapatkan haid pertamannya, maka orang tua perlu membawa ke dokter kandungan agar diperiksa apakah ada kelainan atau gangguan hormonal saja atau ada kelainan dari anatomi organ kewanitaan. (*yn/ym-rsias/mhs)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY