Benang Kusut Kaderisasi Parpol

Benang Kusut Kaderisasi Parpol

41
0
BERBAGI

KARAWANG – Setahun menjelang Pileg 2019, para kader sejumlah kader saling loncat partai dari mulai belasan PAC Partai Gerindra yang  pindah ke Partai Hanura. Pengurus DPW Partai Perindo, Nace Permana yang secara tegas di depan Prabowo menyatakan siap pindah Partai ke Gerindra, hingga sejumlah kader Partai NasDem yang malah nyaleg di Partai Golkar dan PKB.

Nace Permana kepada awak media mengatakan, kepindahan Ia dari Perindo, karena berbeda pandangan politik dalam Pilgub Jawa Barat 2018. “Ada perbedaan pandangan polituk antara saya dengan Perindo, khususnya terjait Pilgub Jawa Barat dan Pilpres,” katanya.

Hingga saat ini belum ada keterangan dari Partai Perindo mengenai kepindahan Nace ke Partai Gerindra. Sebelumnya Partai Gerindra sudah terlebih dahulu kehilangan kadernya yang memilih membelot ke Partai Hanura.

Informasi yang dihimpun, puluhan kader dan pengurus tingkat kecamatan Partai Gerindra Karawang yang pindah ke Partai Hanura berasal dari 17 perwakilan Pengurus Anak Cabang Gerindra se-Karawang.

Mereka memutuskan pindah ke Hanura secara resmi, ditandai dengan deklarasi yang digelar pada Sabtu Lalu (24/3), di rumah salah seorang kader Gerindra Karawang, di Kecamatan Klari, Karawang.

Inisiator deklarasi, Hoerul menyatakan, deklarasi digelar sebagai langkah dalam memantapkan diri untuk gabung bersama Partai Hanura. Langkah tersebut, merupakan hak politik pribadi sebagai warga negara dalam menentukan pilihannya.

Ketua DPC Partai Hanura Karawang, Ahmad Ardiansyah menyambut baik pindahnya kader dan pengurus Gerindra ke partai yang dipimpinnya. “Kami dari Hanura dengan lapang hati menerima kawan-kawan untuk berjuang bersama, memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebab, dalam organisasi manapun, ketika ada orang yang ingin masuk, dengan senang hati diterima,” katanya.

Sementara itu Sekretaris DPC Partai Gerindra Karawang, Endang Sodikin berkilah hal into tak benar. Dikatakan Endang, mereka merupakan eks kader Gerindra yang saat ini sudah tak masuk dalam struktur kpengurusan partai. “Mereka bukan PAC kami. Mereka tidak ada dalam struktur kami,” ucap Endang, Senin (26/3).

Endang mengakui, memang benar ada di antara mereka yang merupakan mantan pengurus PAC Gerindra, namun sudah non aktif selama dua tahun ke belakang. “Yang mantan PAC itu ada 9 orang itu dulu yang sudah lama tidak aktif, ya hak konstitusional mereka lah menentukan sikap memilih partai mana, karena kalau mereka pindah sudah jelas bahwa mereka bukan kader militan,” tuturnya.

Badai pindahnya kader juga dialami Partai NasDem. Sejumlah kader inti partai besutan Surya Paloh di Karawang ini justru mengambil langkah untuk mencalonkan diri di partai lain. Di antarnya Zainal Bukhori atau Abu yang malah nyaleg di Partai Golkar, juga Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin), Fadludin Damanhuri yang membelot ke PKB. (mhs/rez)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY