Demam Berdarah Pada Anak, Apa Saja yang Orangtua Belum Ketahui?

Demam Berdarah Pada Anak, Apa Saja yang Orangtua Belum Ketahui?

547
0
dr. Nevin Chandra Junarsa SpA. Mkes
BERBAGI

Ditulis oleh : dr. Nevin Chandra Junarsa SpA. Mkes

Istilah demam berdarah sudah pasti sangat familiar di telinga kita. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi lebih dengan orangtua agar kita benar-benar memahami penyakit ini sehingga kita bisa mencegah penyakit ini dan mengatasinya.

Siapa yang masih berpikir bahwa penyebab demam berdarah adalah nyamuk demam berdarah?

Sebenarnya pemahaman ini tidak 100 persen salah, namun kurang tepat.

Penyebab demam berdarah adalah infeksi virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk spesies Aedes (Aedes aegypty dan Aedes albopictus). Perlu dipahami bahwa bukan nyamuknya lah yang menyebabkan demam berdarah, tapi virus dengue yang dibawa oleh nyamuk tersebut.

Seperti apakah gejala demam berdarah? Apakah selalu demam tinggi dan disertai bintik-bintik merah?

Anak yang terinfeki virus dengue dapat mengalami berbagai manifestasi, mulai dari tidak bergejala, atau hanya sakit ringan sampai mengalami syok hingga kematian.

Namun secara umum anak yang terkena demam berdarah mengalami demam mendadak tinggi dan terus menerus. Terdapat 3 fase pada demam berdarah yaitu:

  • Fase Demam: ditandai demam mendadak tinggi, terus-menerus, disertai nyeri kepala, nyeri otot seluruh badan, nyeri sendi, kemerahan pada wajah, dan merah-merah pada kulit. Gejala tidak nafsu makan, mual, dan muntah juga sering ditemukan. Pada fase ini dapat ditemukan bintik- bintik merah di kulit, perdarahan gusi, atau perdarahan di tempat lain. Fase ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
  • Fase kritis: Ditandai dengan penurunan suhu tubuh. Biasanya fase ini terjadi pada hari ke 4-6 sejak mulai sakit. Pada fase ini anak dapat mengalami perbaikan gejala menuju kesembuhan atau malah sebaliknya dapat mengalami gangguan peredaran darah (syok) yang dapat menyebabkan kematian. Jadi orangtua harus sangat berhati-hati pada fase ini.
  • Fase pemulihan: ditandai dengan perbaikan keadaan anak, nafsu makan pulih, anak tampak sehat. Terkadang muncul kemerahan di daerah kaki yg gatal.

Seperti apakah bintik-bintik merah yang timbul akibat demam berdarah? Dan bagaimana membedakannya dengan bintik kemerahan pada penyakit demam ruam lainnya?

Bintik merah pada demam berdarah terjadi akibat perdarahan pada pembuluh darah kecil dibawah kulit, sehingga sel darah merah terjebak dibawah kulit.

Akibat proses ini bintik kemerahan pada demam berdarah tidak akan menghilang apabila ditekan. Sedangkan pada kemerahan akibat virus lain seperti campak, akan menghilang jika ditekan.

Kapan suatu demam berdarah dapat berbahaya dan menyebabkan kematian?

Demam berdarah kapan saja dapat menjadi gawat. Namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko tersebut, antara lain:

  • Bayi usia kurang dari 1 tahun
  • Obesitas (kegemukan)
  • Memiliki penyakit kelainan darah
  • Memiliki penyakit jantung bawaan
  • Sedang dalam pengobatan steroid (terapi bocor ginjal, terapi penyakit lupus, dll)

Apabila terdapat faktor tersebut, orangtua diharapkan lebih teliti, waspada dan cepat membawa ke dokter apabila anaknya mengalami gejala-gejala kearah demam berdarah.

Bagaimana penanganan anak dengan dugaan demam berdarah?

Pada anak yang masih diduga demam berdarah dengan keadaan umum masih baik, tidak ada faktor risiko dan atau tanda bahaya, masih dapat dirawat di rumah (rawat jalan). Disarankan istirahat yang cukup. Cukup asupan cairan. Dapat diberikan obat panas golongan parasetamol. Apabila diperlukan, dapat diberikan kompres menggunakan air hangat kuku, pada daerah dahi, ketiak, dan anggota tubuh.

Selama penderita masih demam, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium berkala setiap hari.

Dianjurkan segera dibawa ke rumah sakit apabila terdapat tanda-tanda bahaya seperti:

  • Tidak ada perbaikan atau kondisi anak semakin menurun
  • Muntah-muntah yang terus menerus
  • Nyeri perut hebat
  • Anak tampak gelisah atau meracau
  • Anak tampak mengantuk dan sulit dibangunkan (penurunan kesadaran)
  • Kejang
  • Perdarahan aktif (mimisan, BAB berwarna hitam, muntah darah, darah pada air kencing, dll)
  • Syok (peredaran darah tubuh terhambat): pucat, tangan dan kaki teraba dingin dan lembap, anak tampak menurun kesadarannya
  • Tidak buang air kecil dalam 4 sampai 6 jam terakhir

Kematian pada anak yang terkena demam berdarah, dapat disebabkan syok atau perdarahan. Namun penyebab kematian tersering adalah karena syok bukan perdarahan.

Pada syok, anak mengalami gangguan peredaran darah. Hal ini menyebabkan organ vital seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati dan organ lainnya tidak mendapat suplai darah yang cukup. Hal ini ditandai anak tampak lemas, sering tertidur, disertai badan, tangan, dan kaki teraba dingin dan lembap.

Kenapa syok dapat terjadi pada pasien demam berdarah?

Pada demam berdarah yang berat, pembuluh darah tubuh mengalami kebocoran akibat proses infeksi virus dengue. Bila kita ibaratkan jantung sebagai pompa air dan pembuluh darah sebagai pipa untuk menyalurkan airnya, pembuluh darah yang mengalami kebocoran ini menyebabkan suplai darah dari jantung sebagai pompa yang seharusnya sampai keseluruh tubuh menjadi terhambat.

Hal inilah yang disebut keadaan “syok”. Syok ini paling sering terjadi pada hari ke 4-6 (fase kritis) dari sejak sakit dimulai, dimana justru suhu tubuh anak mengalami penurunan.  Namun penurunan suhu ini diikuti penurunan kondisi anak.

Apa penanganan utama untuk demam berdarah?

Penanganan utama demam berdarah adalah mempertahankan suplai darah dan cairan dalam pembuluh darah tetap lancar. Perawatan inap dan pemasangan infus cairan bertujuan untuk menjaga suplai darah dan cairan dalam pembuluh darah tetap baik, untuk mencegah terjadinya syok.

Pada sebagian besar kasus, kondisi secara bertahap akan membaik pada hari ke 7 apabila telah melewati fase kritis pada hari ke 4-6.

Mengapa demam berdarah banyak terjadi di pergantian musim antara musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya?

Kita harus mengenal siklus hidup nyamuk aedes (pembawa virus dengue). Siklus hidup nyamuk melewati tahap dari telur diikuti menjadi jentik, menjadi pupa (kepompong), kemudian menjadi nyamuk dewasa yang nantinya akan bertelur kembali dst.

Proses siklus hidup nyamuk ini terjadi di dalam air yang diam tidak mengalir dan membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari. Pada musim pergantian inilah banyak terbentuk genangan air yang terdiam cukup lama karena curah hujan yang tidak teratur. Sedangkan pada musim hujan dimana air hujan turun terus menerus maka telur nyamuk akan hanyut dan tidak sempat menjadi dewasa. Sedangkan pada musim kemarau tidak ada air utk media berkembang biak nyamuk.

Sehingga sudah jelas bagaimana cara mencegah penyebaran demam berdarah ini, yaitu dengan memutus siklus hidup nyamuk aedes yang membawa virus dengue ini. Menguras bak mandi atau tempat penampungan air paling lama 7 hari sekali, sehingga nyamuk tidak sempat berkembang menjadi dewasa, kalau sudah ada jentik, berikan bubuk abate. Kemudian menutup atau mengubur barang- barang yang dapat menampung air hujan. Gunakan juga kelambu untuk mencegah nyamuk dewasa menggigit dan menularkan virus dengue ke tubuh kita.

Semoga bermanfaat, salam sehat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY