Mengatasi Demam Tinggi Pada Anak

Mengatasi Demam Tinggi Pada Anak

126
0
BERBAGI

MELIHAT tumbuh kembang si kecil sungguh sangat menyenangkan tatkala dalam kondisi sehat, kecerian sudah pasti terpancar dari wajah mungil mereka. Namun lain halnya jika melihat sikecil dalam keadaan kurang enak badan demam misalnya, sudah pasti tidak akan seceria dikala dalam kondisi sehat. Anak yang kurang enak badan atau panas biasanya lebih cenderung rewel, dan susah makan. Demam pada anak merupakan salah satu pertanda bahwa tubuhnya sedang melakukan perlawanan terhadap kuman yang menginfeksi. Kendati tergolong gangguan kesehatan yang ringan, demam yang dialami tetap perlu penanganan yang tepat terutama jika demam tak kunjung turun setelah penanganan awal. Hal ini karena demam tinggi yang tak kunjung membaik bisa menjadi salah satu gejala dari gangguan kesehatan yang lebih serius atau
bisa menjadi pemicu gangguan kesehatan lainnya.

Ada beragam  penyebab demam pada anak. Salah satunya adalah akibat infeksi kuman yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, alergi dan penggunaan obat tertentu juga bisa memicu timbulnya demam. Dengan mengetahui beragam penyebab demam pada anak, diharapkan Anda bisa meminimalisir risiko si kecil terhadap demam. Kebiasaan kecil seperti cuci tangan pakai sabun bisa Anda terapkan pada si kecil guna mencegah infeksi kuman penyebab demam yang masuk melalui tangan yang terkontaminasi. Terlepas dari beragamnya penyebab demam pada anak, hendaknya perlu diketahui juga mengenai reaksi tubuh yang bisa memicu peningkatan suhu. Bagian tubuh yang bertugas mengontrol suhu tubuh terletak di otak yang dikenal dengan nama hipotalamus. Ketika ada kuman yang masuk ke dalam tubuh, tubuh akan memberi signal sebagai benda asing sehingga hipotalamus akan meningkatkan suhu tubuh. Tujuannya adalah untuk melawan infeksi yang mungkin diakibatkan oleh masuknya kuman tersebut. Peningkatan suhu tubuh inilah yang disebut demam.

Gejala demam pada anak umumnya berupa peningkatan suhu tubuh di atas 37,5°C. Gejala ini biasanya disertai dengan tubuh yang menggigil, rasa ngilu di bagian tubuh tertentu, sakit kepala, nafsu makan berkurang dan susah tidur. Jika terjadi pada anak usia balita, gejala yang paling mudah terlihat adalah mereka jadi lebih rewel dari biasanya. Dengan mengetahui gejala demam pada anak tersebut diharapkan Anda bisa segera mengenali gangguan kesehatan yang mungkin dialami si kecil. Selanjutnya, Anda bisa segera memutuskan langkah medis yang perlu ditempuh agar si kecil bisa kembali sehat.

Untuk mengatasi demam pada anak, penting untuk menyediakan air minum secukupnya. Hal ini diperlukan agar tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik, maka upaya rehidrasi bisa dilakukan dengan memberi banyak ASI atau susu formula. Pemberian cairan ini tidak perlu menunggu sang buah hati haus terlebih dahulu. Selain mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan, anak demam tinggi juga memerlukan lingkungan yang mendukung. Usahakan suhu ruangan tetap sejuk untuk membuat anak merasa nyaman. Untuk menciptakan kondisi tersebut, selimuti anak dengan kain yang tipis dan buka jendela agar peredaran udara lebih lancar dan ushu ruangan terasa lebih sejuk. Meski anak demam tinggi, usahakan agar mereka tetap berpakaian seperti biasa.

Ketika anak masih berusia kurang dari tiga bulan dan menderita demam mencapai 38 derajat celcius atau lebih tinggi., maka sebaiknya bawa dia berobat ke dokter. Untuk anak usia 3-6 bulan, bawa dia ke dokter ketika suhu tubuhnya mencapai angka 39 derajat celcius atau lebih tinggi. Menghubungi dokter pun sebaiknya dilakukan ketika anak mengalami demam tinggi yang disertai gejala-gejala lainnya. Adapun gejala-gejala lainnya adalah muntah terus menerus, menolak makan, mengantuk dan tamak lemas. (die/NEL/IGD-RSIAS)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY