20 Siswa SMPN 1 LA Terjaring Yustisi

20 Siswa SMPN 1 LA Terjaring Yustisi

113
0
DIJARING: Petugas kepolisian saat memberikan peringatan kepada sejumalah siswa SMPN 1 Lemahabang yang dipergoki sedang membolos sekolah. WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Kepergok Bolos Sekolah, Diduga Sambil Mabuk

LEMAHABANG – Menindak lanjuti laporan dari masyarakat dan permintaan dari beberapa sekolah, aparat kepolisian Mapolsek Lemahabang menggelar razia pekat dan yustisi. Bekerjasama dengan Satpol PP dan Kasi Trantib Kecamatam Lemahabang, operasi yang menyasar para pelajar yang membolos dan penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Lemahabang itu, menjaring 20 pelajar uang dikedapati membolos sekolah.

Keduapuluh siswa itu merupakan siswa SMPN 1 Lemahabang. Saat ditangkap, beberapa di antara pelajar tersebut diduga tengah minum-minuman keras dan menghisap lem aibon.

Petugas kepolisian Mapolsek Lemahabang, Aiptu Nanang Zaenal, mengatakan, operasi pekat dan yustisi akan dilakukan rutin hingga tiga hari ke depan. Mengingat perilaku menyimpang masyarakat dan pelajar di Lemahabang marak akhir-akhir ini, dengan adanya penertiban diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada para pelaku.

“Hari ini operasi pekat kita jaring 20 siswa SMPN 1 Lemahabang yang membolos di warung. Selain itu, selama tiga hari ke depan kita akan adakan razia di sejumlah tempat hiburan malam hingga kos-kosan yang diduga jadi tempat prostitusi terselubung,” ungkap Nanang kepada KBE, Kamis (22/3).

Lanjutnya, keduapuluh anak yang terjaring tersebut kemudian dihukum fisik dengan berlari memutari lapangan kantor Kecamatan Lemahabang dan menyanyikan lagu kebangsaan padamu negeri.

“Hukuman yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme juga mengingatkan mereka tentang masa depan. Jika perilaku merka seperti ini terus, kasihan kan orang tua mereka,” ucapnya.

Sementara itu Kasi Trantib Kecamatan Lemahabang, Indra Kelana menambahkan, anak-anak yang terjaring operasi pekat nantinya akan didata, kemudian dikembalikan kepada pihak sekolah untuk diberikan pembinaan dan dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing.

Selain itu, imbuh Indra, setelah didata dan dilakukan pembinaan, jika kemudian anak tersebut dengan sengaja mengulang perbuatannya, maka Pol PP dan Polsek Lemahabang, yang sudah bekerja sama dengan pihak sekolah akan memberikan hukuman berat yang akan membuat mereka jera.

“Mereka membolos di warung-warung atau rumah kosong sambil minum-minum pula, hal seperti ini yang harus diminimalisir, karena aksi kejahatan dan tawuran biasanya terjadi akibat pengaruh minuman keras,” tandasnya.

Lanjutnya, selain menjaring anak-anak yang membolos ia juga memberikan arahan kepada pemilik warung agar tidak menerima anak-anak yang membolos saat jam belajar masih berlangsung.


“Sebenarnya kita tidak melarang mereka berjualan kepada anak-anak, kamk hanya menghimbau agar pemilik warung tidak menerima pelajar saat jam belajar sedang berlangsung,” imbaunya.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Lemahabang, Samsudi, mengapresiasi upaya yang di lakukan Polsek Lemahabang beserta jajarannya untuk bersikap tegas kepada para pelajarnya yang nakal.

Dikatakannya, ia sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Polsek Lemah Abang untuk melaksanakan operasi pekat. Lantaran ia banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa akhir-akhir ini banyak ditemukan pelajar yang membolos di wilayah Kecamatan Lemah Abang.

“Anak-anak yang terjaring kami data kemudian diberi pembinaan agar timbul efek jera. Kemudian kami kembalikan ke orang tua masing-masing agar kita sama-sama dalam mendidik dan membina anak-anak kita,” jelasnya. (wyd)