Keretakan Itu Terlihat Jelas

Keretakan Itu Terlihat Jelas

103
0
SELAMAT: Bupati Karawang, Cellica Nurrchadianna didampingi Musipda menyalami para pejabat yang diambil sumpah jabatan, kemarin (14/3). Namun dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Ahmad ‘Jimmy’ Zamakhsyari lagi-lagi tak tampak mendampinginya. MAHESA BAHAGIASTRA / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Wabup Jimmy Masih Absen Dampingi Cellica

KARAWANG – Sebanyak 25 pejabat administrasi dan pejabat pengawas, kemarin (14/3), mengikuti pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan susulan pascapromosi-rotasi 2 Februari 2018 lalu yang tak hadir. Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana, langsung memimpin acara ini.

Namun, lagi-lagi Wakil Bupati Karawang, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari, tak terlihat hadir mendampingi Cellica. Ini semakin memperkuat dugaan retaknya “Harta Kesetiaan” yang menjadi tagline politik keduanya.

Belum diketahui alasan Jimmy kembali tak menghadiri pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan susulan itu. Cellica sendiri seperti ogah mengomentari absennya Jimmy. Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan pelantikan susulan para pejabatan yang dirotasi.

“Saat itu (promosi-rotasi Februari, Red) ada banyak yang tak datang karena berhalangan karena tugas, ada yang sakit, yang sedang umrah, dan banyak alasan lainnya. Tapi saya harapkan tidak terjadi lagi karena ini menjadi dua kali kerja,” katanya kepada Karawang Bekasi Ekspres.


Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan tersebut dilaksanakan berdasar pada Surat Keputusan Bupati Nomor 821.24/Kep.592/BKSDM/2018 Tanggal 02 Februari 2018. Dari 25 orang pejaba tersebut, 22 orang diantarnya merupakan pejabat pengawas, sisanya pejabat administrator.

Meski tak dihadiri Jimmy, pelantikan tersebut justru dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) lainnya seperti Kapolres Karawang, AKBP Hendi F Kurniawan, dan juga Dandim 0604 Karawang, Ayi Yosa, serta para pejabat eselon II.

Cellica menambahkan, mutasi ini dianggapnya sebagai hal lumrah dan bisa dilaksanakan kapan saja. Namun Ia pun memastikan selalu mempertimbangkan aspek formal dan kinerja sebagai acuan ia melakukan atau pun memindahkan pejabat.

“Mutasi ataupun promosi adalah satu hal yang lumrah dan wajar, selama itu sesuai dengan ketentuan ketentuan hukum yang berlaku. Saya rasa mutasi dilakukan sebagai penyegaran dalam setiap instansinya,” jelasnya. (mhs/rez)