Cilamaya Terancam Banjir Susulan

Cilamaya Terancam Banjir Susulan

93
0
PERBAIKAN: Aparat Desa Cilamaya membuat tanggul penahan sementara menggunakan material bambu dan tanah merah, kemarin (14/3). WAHYUDI UMAR / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

BBWS Diminta Bergerak Cepat

CILAMAYA WETAN – Ratusan warga Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, terancam bencana longsor dan banjir susulan. Pasalnya, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, membuat volume air Sungai Cilamaya semakin meningkat. Akibatnya, tebing-tebing di sepanjang bantaran sungai itu banyak yang hilang tergerus derasnya air sungai.

Data yang dihimpun Karawang Bekasi Ekspres di lapangan, sedikitnya ada belasan rumah dan 50 jiwa yang terancam akibat tanggul di Sungai Cilamaya yang habis tergerus erosi. Bahkan, terhitung sudah lebih dari 10 meter daratan di bantaran Sungai Cilamaya hilang dalam kurun waktu setahun terakhir.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Cilamaya, Kuswedi beserta jajarannya, mengaku terus berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar bisa segera memperbaiki tanggul yang rusak.

“Kami terus menghubungi BBWS karena ini wilayah kewenangan mereka. Warga sudah merasa terancan dan ini darurat, harus segera dilakukan normalisasi, jangan sampai menunggu korban,” ujar Kades Cilamaya, Kuswedi, kemarin (14/3).

Ada pun upaya untuk meminimalisir dampak longsor, lanjut Kuswedi, Pemdes Cilamaya sudah melakukan pengarukan untuk menambal tebing-tebing yang amblas lantaran sudah tak kuat menahan debit air sungai yang semakin besar.

“Kami sudah siapkan 2 truk tanah merah untuk membuat tanggul penahan sementara. Tapi ini tak akan bertahan lama. Kami minta BBWS untuk segera meninjau lokasi,” harapnya.

Pemerhati lingkungan dan Kader Lingkungan Pesisir Pantai Karawang, Wanasuki, mengaku prihatin atas bencana banjir dan longsor yang menimpa Cilamaya.

Menurutnya, BBWS harus merespon cepat pengajuan pembuatan sodetan maupun normalisasi sungai yang diinginkan pemdes Cilamaya. “Harus ada progres, jika tidak ada upaya perbaikan dampaknya akan semakin buruk,” tuturnya.

Sekadar diketahui, Rabu (13/3) telah terjadi longsor akibat Sungai Cilamaya meluap dan mengkikis habis daratan di sekitar bibir sungai tersebut. Akibatnya, satu rumah warga dan fasilitas infrastruktur desa rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp30 Juta. (wyd/rez)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY