Investor Asing Terus Berdatangan

Investor Asing Terus Berdatangan

105
0
BERBAGI

Tahun Lalu Capai Rp 28,994 Triliun

KARAWANG – Investasi di Kabupaten Karawang tiap tahunnya terus menggeliat. Pada tahun 2017, investasi di Kabupaten Karawang mengalami kenaikan menjadi Rp28,994 triliun, dari sebelumnya pada tahun 2016 hanya sebesar Rp28,086 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Dedi Ahdiat mengatakan, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2017 yang masuk ke Kota Pangkal Perjuangan ini sesuai data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yaitu Rp20,633 triliun, dan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,361 triliun.

“Tahun 2017, investasi yang masuk di Kabupaten Karawang sebesar Rp28,994 triliun. Lebih besar dibanding tahun 2016 sebesar Rp28,086 triliun,” ujar Dedi kepada Karawang Bekasi Ekspres, kemarin (13/3).

Terang Dedi, jumlah investasi yang masuk itu untuk 1.337 proyek dan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 36.095 orang. “PMA memang masih mendominasi investasi di Kabupaten Karawang,” terangnya.

Dia menambahkan, investasi yang masuk ke Karawang ini antara lain dari sektor hotel dan restoran, industri barang dari kulit, dan alas kaki, industri karet dan plastik, industri kendaraan bermotor dan alat transfortasi lainnya, industri percetakan, industri kimia dan farmasi, serta industri lainnya. “Kami juga meningkatkan pelayanan dengan mempermudah perizinan secara online,” tambahnya.

Jelas dia, tingginya angka investasi itu disebabkan karena adanya rencana dari pemerintah pusat yang akan membangun bandara, kereta cepat dan proyek skala nasional lainnya.

“Selain itu, ditetapkannya Kabupaten Karawang sebagai kawasan industri manufaktur, ikut membantu tingginya investasi di kita,” jelasnya.

Tukas dia, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat untuk mempermudah perizinan. Selain dengan perizinan secara online, lanjut Dedi, pihaknya juga akan menyiapkan perizinan di tingkat kecamatan.

“Jadi ada beberapa izin yang bisa diurus langsung di kecamatan dan tidak perlu datang ke kantor DPMPTSP,” tukasnya. (mhs/rez)