10 Ribu Pelanggaran Setiap Bulan

10 Ribu Pelanggaran Setiap Bulan

187
0
PERIKSA: Anggota Satlantas Polres Karawang saat memeriksa surat-surat bermotor. ARIE FIRMANSYAH / KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

 

KARAWANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mengaku kerepotan membantu masyarakat yang terkena denda tilang. Hal ini karena jumlah pelanggar lalulintas naik menjadi rata-rata 10 ribu pelanggar setiap bulannya, yang sebelumnya yang hanya 2000 pelanggar.

Dengan kenaikan ini, jumlah pelanggar lalu lintas di Kabupaten Karawang tergolong tinggi se-Jawa Barat. Masyarakat yang akan menebus surat-surat kendaraan terpaksa mengantri hingga ke jalan raya. Bahkan untuk melayani masyarakat petugas kejaksaan bekerja hingga malam hari setiap harinya.

“Kenaikan ini terjadi di Februari ini. Setiap minggu mencapai 2000 lebih pelanggar,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Karawang, Prio Sayogo kepada Karawang Bekasi Ekspres, kemarin (13/3).

“Kalau di rata-rata bisa mencapai 10 ribu setiap bulannya. Yang menjadi masalah, kami kekurangan orang untuk menambah loket, karena pegawai kita tidak cukup. Padahal ini untuk lebih memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Setiap hari kita kerja sampai malam, karena harus selesai dalam sehari. Kalau kita tunda malah bisa lebih banyak lagi nantinya,” sambungnya.

Prio menjelaskan, pihaknya belum mengantisipasi lonjakan tersebut karena biasanya hanya 500 hingga 700 pelanggar tilang yang dilayani. Namun mulai Februari ini jumlah rata-rata pelanggar mencapai 10 ribu setiap bulannya. Kenaikan ini membuat pelanggar lalulintas di Kabupaten Karawang tergolong tinggi se-Jawa Barat.

“Kami memang kewalahan karena Bekasi saja yang penduduknya banyak tidak sebesar ini jumlah pelanggar lalu lintasnya. Rencananya kami akan membuka loket tambahan tapi kekurangan pegawai karena banyak yang pindah,” terangnya.

Jelas Prio, antrean panjang terjadi karena masyarakat yang melanggar lalulinta tidak memanfaatkan sistem e-Tilang. Padahal dengan cara membayar ke Bank BRI bisa dipastikan tidak akan terjadi penumpukan saat pengambilan surat kendaraan di kantor kejaksaan.

“Masyarakat tidak memanfaatkan jasa perbankan karena merasa ribet. Makanya untuk memudahkan kami bekerja sama dengan bank BRI dengan mengirim mobil BRI keliling sehingga masyarakat bisa transaksi di kantor kami,” jelasnya. (rie/rez)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY