Taufiq Diminta Jaga Pantangan

Taufiq Diminta Jaga Pantangan

122
0
DILANTIK: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan melantik Taufiq Budi Santoso sebagai Penjabat Bupati Purwakarta menggantikan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, pasangan Dedi Mulyadi dan Dadan Koswara. CATUR AZI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

Aher Lantik Pjs Bupati Purwakarta dan Kota Bekasi

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan melantik Taufiq Budi Santoso sebagai Penjabat Bupati Purwakarta menggantikan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, pasangan Dedi Mulyadi dan Dadan Koswara yang genap habis masa jabatannya periode 2013-2018.

Selain Taufiq, Gubernur Aher juga melantik Rudi Gandakusumah sebagai Penjabat Walikota Bekasi, yang ditinggalkan walikota sebelumnya, Rahmat Efendi yang juga habis masa jabatan dan kembali maju dalam Pilkada serentak.

Pelantikan digelar di Aula Barat Gedung Sate Pemprov Jawa barat, selasa sore (13 /4) yang dihadiri Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Barat, pejabat dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat dan pejabat di dua pemerintah daerah terkait.

Pelantikan dua Penjabat Kepala Daerah di Jawa Barat ini masing-masing berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.32-404/2018 tentang Pengangkatan Penjabat bupati Purwakarta dan Nomor 131.32-406/2018 tentang Pengangkatan Penjabat Walikota Bekasi.

Taufiq sendiri sebelumnya tercatat sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Sementara, Rudy Gandakusumah sebelumnya menjabat kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, Rudi telah lebih dulu ditunjuk Gubernur Aher sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Bekasi, sejak Walikota dan Wakil Walikota non aktif, terdaftar sebagai calon kepala daerah di Pilkada serentak.

Gubernur Aher berpesan agar kedua pejabat yang ditunjuknya bisa menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai penjabat kepala daerah. Namun, sesuai aturan ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan penjabat kepala daerah.

“Tidak untuk melakukan mutasi pegawai, membatalkan perizinan keputusan sebelumnya  dan atau mengeluarkan perizinan. Membuat kebijakan pemekaran daerah serta mengeluarkan Kebijakan yg bertentangan dengan pejabat sebelumnya kecuali mendapat persetujuan menteri dalam negeri”, pesannya.

Selain itu, berkaitan Pilkada serentak yang kini memasuki hari ke 27 kampanye pasangan calon Pilkada serentak di Jawa Barat. Aher berpesan agar stekeholder seperti KPU, Bawaslu, unsur Polri, TNI serta pemerintah daerah di lingkup Provinsi Jawa Barat agar bersama-sama menciptakan kondisi politik yang santun aman dan berkualitas.

“Untuk netralitas ASN, jangan sampai keberpihakan dan kecenderungan pada salah satu calon mempengaruhi kebijakan pemerintahan. Simpan keberpihakan itu hingga 27 Juni dibilik suara.”, tambahnya.

Lebih jauh terkait aparatur pemerintahan di lingkungan pemerintah daerah, Aher menyampaikan pesan agar netralitas, integritas para abdi negara ini dijaga.

“Pilkada sebelumnya kita melewati dengan aman dan kondusif, maka menghadapi pilkada yang serentak di 17 kabupaten kota serta pemilihan gubernur kali ini kita pun berharap bisa melewatinya dengan kondusif pula,” tutupnya.

Seperti diketahui, Dedi Mulyadi mengundurkan diri sebagai Bupati Purwakarta bertepatan dirinya ditetapkan sebagai calon wakil gubernur pada pemilihan Gubernur Jawa Barat Juni mendatang, posisinya digantikan Wakil Bupati Dadan Koswara sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Bupati. Namun Dadan hanya mengemban jabatan bupati kurang dari satu bulan sejak 13 Februari lalu.

Kini, Purwakarta tak lagi mengalami kekosongan kepala daerah setelah dilantiknya Pejabat Sementara Bupati, Taufiq Budi Santoso hingga pelantikan bupati definitif terpilih Bulan Oktober, hasil dari Pemilihan Bupati serentak Juni mendatang. (ctr)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY