KPU Hadapi Tiga Tugas Berat

KPU Hadapi Tiga Tugas Berat

63
0
Ketua KPUD Subang, Maman Suparman (Tengah) saat menghadiri rapat koordinasi KPU setempat.
BERBAGI

SUBANG – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Subang memiliki tantangan berat dalam menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu) kepala daerah 2018 dan legislative dan Presiden 2019.

Ketua KPUD, Maman Suparman, menegaskan, tantangan berat yang dihadapi nya sebagai pelaksanan pemilu adalah adanya praktik money politik dan menghadapi HOAX atau kabar bohong. Selain itu juga dituntut untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Dikatakannya, mengenai money politik, penekanan terhadap anggota untuk tidak silau dan menindaklanjuti pelaku money politik bila nanti ditemukan adalah masalah yang sangat berat. “Karena akan adanya perselisihan sampai dengan permusuhan bahkan mengarah kepada pertikaian politik. Tentu ini bukan masalah sepele,” tegasnya, kemarin (12/3).

Sedangkan untuk menghadapi HOAX atau kabar bohong yang beredar kerap kali terjadi pada saat pemilu pada masa kampanye hitam atau black campaign. Untuk itu pihaknya telah bekerja sama dengan pihak kepolisian baik ditingkat KPU, PPK maupun PPS agar selalu menjaga kondusifitas. “Sebab kita bertugas untuk melayani semua peserta pemilu.

“Kalau ditemukan adanya kampanye hitam atau HOAX agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, tantangan meningkatkan partispasi pemilih yakni dengan upaya mensosilasasikan kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya.

“Sehingga mereka mau melaksanakan hak pilihnya pada saat pemilihan,” imbuhnya.

Diakuinya, penyelenggara pemilu di Kabupaten Subang bekerja sesuai aturan dan tepat waktu. “Ini dibuktikan dengan indikator semua tahapan tidak pernah ketinggalan administrasi,” bebernya.

Untuk diketahui pelantikan tetugas PPS berdasarkan SK Nomor 387 sampai 416/HK.03.1-Kpt/3213/Kab/III/2018 tentang Penetapan dan Pengangkatan Anggota PPS se-Kabupaten Subang untuk Pemilu 2019 akan bertugas selama 10 bulan sampai Desember 2018. (hrn/fan)