Pembangunan Villa Ciater Alih Fungsi Lahan?

Pembangunan Villa Ciater Alih Fungsi Lahan?

53
0
BERBAGI

SUBANG – Pembangunan Villa Ciater Subang diduga melakukan alih fungsi lahan hutan lindung. Pasalnya sebagian lokasi villa tersebut adalah zona hutan lindung yang dulu adalah kawasan hutan bambu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan Dinas Tata Ruang, Permukiman dan Kebersihan (Distarkim), Ahmad, kepada Metro Subang mengatakan, dalam aturan perda tata ruang, pembangunan villa tersebut sudah melanggar aturan.

“Memang betul sudah melanggar aturan (Perda, Red), DPRD sebagai pembuat perda, bersama dengan penegakan perda (Pemkab Subang) harus segera menyelesaikan persoalan ini. Sudah puluhan tahun masalah ini belum selesai-selesai,” tegas Ahmad, kemarin (12/3).

Sedangkan, Manager PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Asep Djatmiko, menanggapi permasalahan ini menegaskan, pada saat pertemuan antara masyarakat dengan pemilik villa yang difasilitasi oleh DPRD dan Pemkab Subang disepakati pembuatan zona baru agar tidak ada lagi lahan serapan air yang dilanggar.

“Dari hasil musyawarah, kita sudah sepakat dengan DPRD, Pemkab Subang, dan pemilik villa untuk tidak dilanggar lagi. Dalam kesepakatan itu akan dipilah mana untuk zona hutan lindung dan zona untuk ekonomi yaitu bangunan villa. Diharapkan agar hasil kesepakatan ini segera dilakukan dan ditindaklanjuti agar ada titik temu yang nyata,” ujarnya.

“Kita dari perusahaan perkebunan teh berharap bisa diselesaikan tanpa ada yang saling dirugikan,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Villa Ciater, Dede, mengakui bahwa sudah ada hasil rembuk yang positif terkait persoalan tersebut. “Ya, kita sudah rembukan baiknya seperti apa, dan berkas dari para pemilik villa sudah kita masukan ke DPRD dan Pemkab. Harapannya ada kebijakan baru dari musyawarah kemarin, yang bisa saling menguntungkan antara Pemkab Subang dan usaha villa juga pariwisata di Subang,” pungkasnya. (hrn/fan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY