Penanganan dan Mengenal Diare

Penanganan dan Mengenal Diare

484
0
Penulis: dr. Nevin Chandra Junarsa SpA. Mkes, Dokter Spesialis Anak
BERBAGI

DIARE merupakan penyakit yang cukup sering dialami oleh anak-anak, terutama balita. Diare sering membuat orangtua khawatir, tidak sedikit anak yang mengalami kekurangan cairan bahkan kematian akibat diare.

Diare adalah suatu kondisi yang ditandai buang air besar (BAB) dengan konsistensi lebih lunak atau cair yang terjadi dengan frekuensi  lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu kurang dari 14 hari, maka disebut diare akut. Apabila kondisi ini berlangsung selama 14 hari atau lebih, maka disebut diare kronis.

Diare pada anak dapat terjadi karena banyak penyebab seperti infeksi oleh virus, bakteri, atau parasit, alergi protein susu sapi dan makanan, intoleransi atau malabsorpsi makanan, keracunan makanan, maupun imunodefisisensi. Pada diare yang disebabkan infeksi, virus rotavirus merupakan penyebab tersering (60-70%), sedangkan sekitar 10-20% adalah bakteri dan kurang dari 10% adalah parasit.

Pada diare yang sering dan banyak, dapat terjadi komplikasi dehidrasi, gangguan asam basa darah, dan gangguan garam-garam tubuh (elektrolit) yang dapat menimbulkan penurunan kesadaran, kejang dan sesak napas bahkan kematian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan orangtua adalah berapa lama anak sudah mengalami diare, berapa kali per hari (frekuensi), berapa banyak (volume), konsistensi BAB, warna, bau, ada atau tidak lendir maupun darah. Apabila disertai muntah, perhatikan jumlah dan frekuensinya. Perhatikan pula apakah terdapat kembung, buang angin berlebih, kemerahan atau lecet di sekitar anus dan bau tinja asam. Perhatikan juga jumlah dan frekuensi buang air kecil anak anda. Perhatikan pula makanan dan minuman yang diberikan pada anak, baik sebelum mengalami diare atau selama diare. Gejala lain seperti panas badan, batuk, pilek, kejang atau timbul ruam kemerahan pada kulit dapat menyertai diare. Informasi yang lengkap sangat membantu dokter anak untuk dapat menentukan penyebab diare pada anak dan menentukan terapi yang tepat.

Informasi mengenai tindakan yang sudah dilakukan orangtua seperti pemberian oralit, riwayat pengobatan sebelumnya juga sangat penting untuk disampaikan ke dokter anak yang memeriksa anak anda.

Pengobatan diare bergantung pada penyebab diare tersebut. Namun hal yang paling penting diketahui oleh orangtua adalah bagaimana mencegah dehidrasi. Dehidrasi adalah suatu keadaan kekurangan cairan tubuh yang menyebabkan gangguan fungsi metabolik tubuh. Pada diare, dehidrasi terjadi akibat keluarnya cairan tubuh secara berlebihan melalui BAB cair dan muntah. Untuk mencegah dehidrasi pada anak yang mengalami diare, orangtua harus rutin memberikan air minum atau menyusui setiap anak BAB.

Pada anak dengan diare, orangtua harus dapat membedakan apakah anaknya mengalami dehidrasi atau tidak. Pada anak yang tidak mengalami dehidrasi, anak masih tampak aktif dan baik, mata atau ubun-ubun besar tidak cekung, air mata basah, mulut/ lidah masih basah, minum masih normal dan tidak tampak kehausan, dan kulit perut kembali segera dengan cepat, tidak keriput setelah dilakukan cubitan ringan selama kurang lebih 5 detik. Sedangkan pada dehidrasi ringan dan sedang anak mengalami salah satu dari gejala sebagai berikut: tampak rewel, mata atau ubun-ubun besar cekung, air mata kering, mulut/lidah kering, tampak kehausan, kulit perut kembali lambat/keriput setelah dicubit ringan. Pada keadaan dehidrasi berat, anak justru tidak rewel lagi, namun lemas dan sering tertidur, mata atau ubun-ubun besar sangat cekung, air mata kering, mulut/ lidah sangat kering, anak sudah tidak mau minum, dan kulit perut kembali sangat lambat dan keriput setelah dilakukan cubitan ringan. Bahkan beberapa anak dapat mengalami badan dingin dan kejang.

Segera bawa ke dokter atau rumah sakit apabila anak anda mengalami dehidrasi ringan atau sedang. Dan bawalah segera ke Instalasi Gawat Darurat RS apabila anak anda mengalami dehidrasi berat, badan dingin, penurunan kesadaran atau kejang.

Diare pada anak perlu dibawa ke dokter atau RS apabila:

  • Diare bertambah sering dan banyak secara progresif
  • Diare disertai muntah-muntah
  • Disertai panas tinggi
  • Terdapat tanda dehidrasi
  • Anak tidak mau makan dan minum
  • Diare disertai lendir dan atau darah
  • Diare disertai nyeri perut hebat
  • Diare berlangsung lebih dari 14 hari

Hal yang perlu dilakukan orangtua di rumah yang anaknya mengalami diare:

  • berikan cairan tambahan:
    • Apabila anak mendapatkan ASI ekslusif, berikan cairan rehidrasi oral (Oralit) atau air putih sebagai tambahan ASI
    • Apabila anak tidak mendapatkan ASI ekslusif berikan salah satu atau lebih dari terapi berikut ini: cairan Oralit, kuah sup, kuah sayuran, air cucian beras, atau air putih
    • Apabila anak diberikan susu formula, gunakan susu formula bebas laktosa
  • berikan suplemen zinc selama 10 hari berturut-turut
  • teruskan pemberian ASI-makan
  • ketika terjadi diare kembali, berikan cairan tambahan (sebanyak yang anak inginkan)

Cara memberikan minum atau oralit adalah dengan memberikan cairan sebanyak satu sendok teh tiap 1-2 menit untuk anak usia kurang dari 2 tahun, dan beberapa teguk dari cangkir untuk anak yang lebih tua. Bila anak muntah tunggu 10 menit. Teruskan pemberian oralit tetapi lebih lambat, misalnya satu sendok tiap 2-3 menit.

Pada anak yang sudah mendapatkan makanan, berikan diet makanan lunak, rendah serat dengan porsi kecil tapi sering (tiap 3-4 jam).

Minuman seperti soda, jus buah, atau minuman olahraga tidak dianjurkan, karena umumnya mengandung kadar karbohidrat tinggi dan bersifat pekat sehingga dapat memperberat diare dan juga mengandung garam natrium yang rendah yang dapat menyebabkan penurunan kadar natrium darah. Teh juga sebaiknya tidak diberikan pada anak dengan diare  , karena mengandung kadar natrium yang rendah pula.

Hal-hal diatas sangat penting untuk dikerjakan orangtua yang anaknya mengalami diare untuk mempercepat penyembuhan, mencegah dehidrasi dan komplikasi lebih lanjut dari diare.

Antibiotik hanya diperlukan pada diare yang disebabkan oleh bakteri dan pemberiannya harus dengan pengawasan dokter.

Pencegahan diare dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi makanan bergizi, bersih, berbahan dasar segar untuk meningkatkan daya tahan tubuh,  minum air yang bersih dan matang dan vaksinasi rotavirus dan campak.

Sekian dan terimakasih. Semoga bermanfaat. Salam sehat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY