Pelajar SMK PGRI Korban Penjambretan

Pelajar SMK PGRI Korban Penjambretan

64
0
PRESTASI : Penampilan tari tradisional dari peserta Gebyar PAUD 2018 Cilamaya Wetan menjadi hiburan menarik para pengunjung. WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES
BERBAGI

 

TELAGASARI-Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Telagasari, Karawang, bernama Evitania,  jadi korban penjambretan di jalan raya Telagasari. Siswi kelas Xl di sekolah tersebut, terjatuh dari sepeda motor yang ditungganginya usai berebut ponsel dengan dua orang jambret, Selasa(27/2) kemarin sore.

Pengakuan Evitania kronologis aksi penjambretan disiang bolong yang pada saat itu jalan ramai dilintasi pengendara bermotor. Ia bersama rekan-rekannya tengah dalam perjalanan pulang usai melaksanakan tugas Praktik Kerja Lapangan (PKL) disalah satu perusahaan di Kecamatan Klari.

Ditengah perjalanan, tepatnya dijalan sepi minim lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), Evitania yang pada saat ini membonceng, dipepet dua orang pemuda bercadar yang langsung merebut paksa ponsel yang digenggamnya kuat-kuat.

Sempat terjadi perebutan, karena jalan ramai, dan pelaku itu belum juga mendapat apa yang diincar, dengan spontan mereka menendang sepeda motor yang ditunggai dua pelajar asal Kecamatan Tempuran itu, dan membuat mereka terjatuh.

“Saya ga lagi mainan Hp, cuma emang saya pegang dan posisinya ada diatas paha kanan saya, tiba-tiba dia berusaha ambil paksa, karena ga lepas-lepas terus kita di tendang dan jatuh ke aspal,” ungkap Evitania  kepada KBE, Rabu (28/2).

Beruntung, satu unit ponsel milik Evitania tidak sempat direbut oleh para pelaku. Namun, akibat terjatuh Evitania beserta salah satu kawannya menglami luka disejumlah bagian tubuhnya, serta sepeda motor yan ditungganginya mengalami kerusakan yang cukup parah. Sayangnya lagi, para pelaku berhasil melarikan diri.

“Pokonya pelaku ada dua orang, pakai jaket hitam mukanya ditutup cadar, motornya matik warna merah,” jelasnya.

Sementara Tarno, Salah satu warga setempat langsung mengevakuasi korban beserta kendaraannya yang terplanting ke bahu jalan.

Menurut Tarno, aksi penjabretan memang sering terjadi dijalam. Pasalnya, selain sepi dijalan sepanjang 200 meter itu tidak dilengkap PJU.  “Emang sering disini mas, pelakunya berani biarpun siang dan jalan ramai mereka nekad menjambret. Setiap beraksi mereka juga selalu beruntung karena tidak pernah tertangkap,” ujarnya.

Masih kata dia, pedagang buah itu mengatakan, kejahatan terjadi bukan karena ada niat dari si pelaku. Ada kesempatan yang diberikan oleh calon korban, seperti misalnya tidak waspada dan sembarangan dalam menjaga benda-benda berharganya.  “Maka dari itu kita harus waspada, kejahatan bisa terjadi dimana pun dan kapan pun, jangan berikan mereka kesempatan jika tidak ingin menjadi korban,” pesannya.

Warsidi, warga lain menambahkan, jalan raya Telagasari dibeberapa titik memang terkenal rawan tindak kejahatan. Jalanan sepi tanpa PJU seperti jadi sarang empuk bagi para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

“Pelaku berani karena memang tempatnya juga enak buat mereka melancarkan aksinya, selain sepi disini juga gelap saat sore dan malam hari. Maka dari itu, saya minta kepada Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera jalan ini di pasang PJU,”harapnya. (wyd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY