Skandal Kambud Serahkan Pada Hukum

Skandal Kambud Serahkan Pada Hukum

380
0
BERBAGI

Diduga Ada Peran Pejabat di Awal Jual-Beli Lahan

KARAWANG- Kasus dugaan korupsi pembangunan Kampung Budaya (Kambud) terus bergulir. Kali ini giliran penjual lahan ke Pemkab Karawang pun angkat suara. Satu di antaranya, Sengwat yang membeberkan proses membeli lahan seluas 1 ribu meter dari Iman Tabrani, sebelum kemudian dibeli lagi oleh Pemkab Karawang.

Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan korupsi di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang kepada aparat penegak hukum.

“Pada prinsipnya saya mendukung proses hukumnya. Karena saya sudah menjalankan bisnis sesuai aturan yang ada,” kata dia kepada KBE, kemarin (22/2).

Sengwat menjelaskan awal muasal jual-beli lahan Kambud tersebut. Menurut dia, awalnya tak berniat untuk membeli lahan dari Iman (pemilik awal, red) namun kemudian ditawari oleh salah satu pejabat pemerintahan untuk membelinya, sebelum kemudian pada bulan Desember 2013 dibeli lagi oleh Pemkab Karawang dengan nilai NJOP yang naik drastis.

“Dia (oknum pejabat pemerintah, red) menawarkan. Ia bilang, Pak Sengwat mau gak beli ini tanah,” beber Sengwat.

Peran oknum pejabat pemerintah yang menawarkan tanah Iman itu ke Sengwat, dikatakan Sengwat, karena Iman kala itu terus mendesak PemkabKarawang (Disbudpar: kini Disparbud, red)  segera membayarkan tanah yang akan dibangun Komplek Kampung Budaya, namun pada 2010-2012 belum dianggaran. Sehingga oknum pejabat tersebut menghubungi Sengwat untuk dapat membelinya.

Dikatakan Sengwat, dengan Iman (penjual tanah awal) sempat terjadi tawar menawar harga dari Rp 3 juta hingga sebelum kemudian disepakati di harga Rp 1,2 juta per meter.

Tapi pada saat itu saya belum ada duit, di DP dulu. Pelunasannya bulan September. Makanya yang dilihatnya (NJOP, red) di September”.

Diduga inilah yang menjadi muslihat awal adanya mark up dalam pengadaan lahan Kambud. Meski demikian, Sengwat menegaskan ia tak tahu menahu dan tak terlibat soal raminya isu mark up, karena ia mengaku hanya melakukan proses jual beli seperti pada umumnya.

Lokasi tanah milik Sengwat yang telah dibeli Pemkab Karawang kini berada di Komplek Kampung Budaya ditandai dengan kokohnya banguna restoran di kompleks tersebut.

Ia juga memaparkan adanya hibah dari Jasamarga kepada Pemkab Karawang. Kepada KBE ia menampik pembangunan lebih awal dari pembelian lahan dibangun di tanahnya. Akan tetapi dibangun di atas tanah hibah dari Jasamarga.

“Tanah saya berbatasan langsung dengan Jasamarga. Akses depan milik Ochim, belakangnya Ochim Jasamarga,” katanya.

Namun penelusuran KBE, kini dokumen berita acara penyerahan hibah tanah tersebut tak diketahui arsipnya berada di mana. Akibat itulah diduga hingga saat ini Pemkab Karawang tak pernah membalik nama Kampung Budaya menjadi aset Pemkab Karawang.

Selain itu, dikatakan Sengwat, ada juga pemilik lahan lain yang tanahnya dibeli oleh Pemkab Karawang yang disebut olehnya bernama Ochim. Tanahnya kini yang menjadi akses masuk utama ke Kampung Budaya.

Ia memaparkan pada awal pembanguna Ochim sempat melaporkan penyerobotan lahan oleh Pemkab Karawang yang telah memulai pekerjaan namun belum melunasi pembelian tanah.

“Dulu sempat dilaporkan ke Polsek Telukjambe Barat atas tuduhan penyerobotan,” katanya. (kbe)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY