Kuliah Umum Kesehatan Unsika

Kuliah Umum Kesehatan Unsika

314
0
Foto Bersama pegawai RS Karya Husada.
BERBAGI

Sosialisasi dan Pencegahan Penyakit Difteri

Bersama Rumah Sakit Karya Husada

KARAWANG-Hasil data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri.

Dari data tersebut, tercatat terjadi 672 kasus Difteri, 32 diantaranya meninggal dunia. Oleh karena itu, Rumah Sakit Karya Husada, Cikampek, Karawang, menggelar kuliah umum Kesehatan di Unisversitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), untuk mensosialisasikan pencegahaan dari penyakit Difteri.

Menurut Direktur RS Karya Husada dr. Pundi Ferianto, MARS mengatakan,terdapat 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa akademik kebidanan Unsika, dosen, serta tamu undangan dari RS Karya Husada.

(Kiri) dr Pundi Ferianto (kanan) dr Nevin Chandra Junarsa

“Difteri sudah masuk dalam Kasus Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Maka masyarakat harus tau, bagaimana pola penularan, pencegahan, hingga penanganan terhadap penyakit yang menyerang tenggorokan itu,” ungkap Pundi Ferianto kepada KBE, Selasa (13/2).

Dalam acara tersebut, tampil sebagai pembicara dr. Nevin Chandra Junarsa, SpA., M.Kes, dokter spesialis anak dari RS Karya Husada yang sekaligus sebagai dosen fakultas kesehatan di Unsika.

Dikatakan, dengan acara tersebut diharapkan mahasiswa kesehatan Unsika memiliki bekal yang mempuni sebelum nanti terjun langsung dimasyarakat.

“Disini kami menjelaskan secara umum dan spesifik apa itu Difteri, bagaimana cara penularan dan pencegahannya. Kami harap wabah penyakit ini bisa terus ditekan penyebarannya.

Selain itu, kami juga berharap para peserta kuliah umum bisa membagikan sedikit ilmu yang didapat kepada masyarakat diluar sana,” ungkapnya. (wyd)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY